Memahami Kemungkinan Ancaman dan Serangan Terhadap Keamanan Jaringan

Kemungkinan ancaman dan serangan terhadap keamanan jaringan memiliki banyak jenis dalam metode malakukan ancaman dan serangan, untuk itu kita sebagai pengguna yang baik harus berhati-hati dalam menggunakan jaringan komunikasi dimanapun dan kapanpun. Dalam kasus ini terdapat dua macam serangan atau ancaman dalam komunikasi jaringan yaitu serangan fisik dan serangan logik.

Serangan Fisik

Ancaman fisik adalah ancaman yang menyerang hardware yang berkaitan dengan jaringan. Banyak yang beranggapan bahwa serangan keamanan jaringan cenderung pada logic saja, namun ternyata serangan fisik juga bisa menimbulkan gangguan pada jaringan. Seperti saat terjadi serangan pada software, maka hardware juga tidak bisa berjalan dengan normal, sehingga hardware juga akan mengalami kerusakan.

 

Beberapa hal yang bisa ditimbulkan akibat ancaman fisik keamanan jaringan diantaranya :

1.      konsleting,

2.      kerusakan harddisk,

3.      koneksi yang tidak terdeteksi

4.      dan lain-lain.

 
Serangan Logik

Ancaman logik keamanan jaringan merupakan ancaman yang paling sering terjadi. Ancaman logic mengancam perangkat lunak jaringan seperti data, dokumen, database, aplikasi, dan lain-lain. 

 

Beberapa jenis ancaman logik pada sebuah jaringan diantaranya :

  1. SQL Injection
  2. Denial of Service
  3. Traffic Flooding
  4. Virus
  5. Worm
  6. DoS (Denial of Service)
  7. Request Flooding
  8. Deface
  9. Social Engineering
  10. Malicious Code
  11. Packet Sniffer
  12. Spoofing
  13. Remote Attack
  14. Phreaking

Anda pun harus melakukan upaya peningkatan keamanan jaringan secara berkala demi menghindari ancaman di atas. Bagaimana caranya? Simak beberapa langkahnya di bawah ini.

1.      Ganti Alamat SSID

Rata-rata pemilik jaringan menamai SSID router-nya jaringan dengan nama, alamat, lokasi, atau identitas bisnis. Contohnya: PT Damai Sejahtera Dunia. Identitas tersebut sebaiknya tidak dicantumkan dalam SSID karena mudah dilacak oleh siapa pun, termasuk orang yang tidak bertanggung jawab.

2.      Gunakan Enkripsi

Hampir semua jaringan wireless saat ini tidak dilengkapi sistem keamanan tertentu sehingga gampang dibobol. Anda harus melakukan enkripsi data atau software untuk menghindari pembobolan tersebut. Jenis enkripsi yang kerap digunakan adalah WPA2 lantaran sudah terjamin keamanannya.

3.      Nonaktifkan Fitur Interface Router

Penyusup juga menyebarkan ancaman atau serangan siber melalui fitur interface router yang mudah diakses oleh orang luar. Alhasil, mereka bisa membaca file log tersebut dan berusaha untuk memanipulasinya. Karena itu, Anda harus mengantisipasinya dengan mematikan fitur tersebut sehingga tidak mudah diakses dari tangan-tangan jahil.

4.      Install Antivirus

Pemasangan antivirus berguna untuk mengantisipasi serangan virus yang masuk melalui media apa pun. Tidak hanya itu, pasang juga antimalware karena penyusup bisa menyisipkan malware yang jauh lebih berbahaya sehingga jaringan komputer tidak dapat diakses untuk sementara waktu.

5.      Lakukan Backup

Adakalanya Anda harus menyimpan data-data melalui layanan penyimpanan cloud yang lebih aman dari serangan siber. Pasalnya, harddisk eksternal masih lebih rentan terhadap malware yang disusupkan dari website atau e-mail. Karena itu, lakukan backup data secara berkala dan simpan data Anda hanya di cloud. 

Komentar